Linux Sangat Sesuai Dengan Syariat Islam Di Nanggroe Aceh Darussalam



Banda Aceh - Para pengguna operating system (OS) Linux semakin banyak saja di Aceh sehingga merambah ke pelosok. Kalangan penggiat Linux menganggap OS ini sangat sesuai dengan Syariat Islam yang berlaku di Aceh. Alasannya adalah untuk memperoleh Linux tidak perlu bajakan karena harganya sangat murah.

Ketua Komunitas Pengguna Linux Aceh (KPLI) Ali Murtada kepada The Globe Journal, Senin (25/5) mengatakan saat ini selain di Banda Aceh, Takengon dan Lhokseumawe merupakan 2 kota lain yang telah mempunyai komunitas pengguna Linux. "Yang di Takengon menamakan diri dengan Pelita (Pengguna Linux Takengon), sedangkan anak-anak komunitas Linux Lhokseumawe menamakan diri Polisi (Politeknik Linux Community),"katanya. Untuk Lhokseumawe memang penggemar Linux umumnya datang dari mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Penggunaan OS Linux sangat murah karena pengguna untuk mendapatkan software tersebut gratis. "Sebuah penyedia program Ubuntu dari Yogya bahkan bersedia mengirimkan 100 keping CD gratis kepada peminatnya cukup dengan mengganti ongkos kirim saja,"ujarAli yang masih menempuh bangku kuliah. "Bahkan Linux masih dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan keinginan, istilahnya distro sendiri,"ujar Ali Murtada. KPLI sudah mengembangkan distro Linux yang mereka beri nama Meuligo.

Banyak manfaat dari menggunakan Linux sebenarnya, menurut Ali. "Yang paling nyata untuk saat ini adalah OS Linux kebal virus dan harganya murah." Biasanya harga menjadi pertimbangan utama bagi pemakai dalam memilih suatu program. Hanya saja sayangnya pengguna Linux yang juga sering disebut dengan istilah open source tersebut masih sangat minim. Ali mengklaim anggota KPLI hingga saat ini mencapai 500-an untuk seluruh Aceh. Suatu jumlah yang masih sangat sedikit dibandingkan jumlah komputer yang memakai OS windows di Aceh ataupun yang memakai OS Mac.[003]

Referensi :
http://tgj.co.id/detilberita.php?id=2618


11 komentar:

rustam said...

saya bingung dgn titelnya. kalau hanya karena linux itu "murah" dan tdk perlu membajak, saya pikir semua "agama" bahkan "atheis" pun setuju itu.
persoalannya bukan apakah linux itu sesuai "syariat" (agama apapun) tapi yg namanya "piracy" apapun itu bentuknya masih dianggap "wajar" di dunia ini, apalagi di negara dunia ke-3 spt indonesia. bahkan di negara maju dan penduduknya sudah makmur pun masih bisa ditemui pembajakan. bukankah kita sering membeli CD/VCD/DVD mp3/film di kaki lima? bukankah itu semua bajakan? lalu apa peran kita sebagai pembeli?...akan panjang membahasnya... jadi minimal pakailah yg Freeware daripada yg bajakan. atau sekalian saja migrasi total ke opensource.

hadinux said...

@rustam : Jangan terlalu memikirkan titelnya hehe :D Ya Anda bener semua "agama" pun setuju itu. Kenapa judulnya seperti itu mungkin lebih di karenakan kondisi daerah Aceh yang katanya syariat islam tapi masih banyak menggunakan software bajakan di Instansi pemerintahan, pendidikan dan lembaga lainnya. Jadi alangkah baiknya menggunakan software opensource agar tidak bertentangan dengan syariat yang sedang di jalankan, minimal mengurangi keterbiasaan menggunakan software tanpa lisensi. Untuk piracy memang tidak meungkin di hilangkan tapi bisa dikurangi itu semua kembali kepda kesadaran oragnya..Nah klau untuk msalah membeli CD/VCD/DVD mp3/film di kaki lima itu lebih di karenakan tidak ada alternatif yang ditawarkan seperti Linux free. Apakah ada alternatif CD/VCD/DVD, mp3 opensource?? tentu tidak adakan yang ada adlah ekstensi multimedia opens source seperti fomat mp3 yg memilik hak paten sebading dengan format .ogg dll jadi tidak ada alternatif mp3 gratiss?? melainkan format dari file musik tersebut yang ada free. Kan tidak mungkin kita membeli format nya bukan?? sedangkan sistem operasi ada yang free dan ada juga yang berbayar. jadi kita bisa pilih yang mana yang diinginkan. Iya benar lebih baik menggunakan yang aplikasi yang free end opensource(FOSS). Masalah migrasi ini sedang prosenya jadi bertahap baru bisa total migrasi ke opensource.

hack said...

hebat...
baju terus anak KPLI Aceh (Aceh Linux Activist)

alan said...

tulisannya sangat bagus, tapi mengkaitkannnya dengan syariah Islam sangat bombastis. Padahal, pemahaman syariah Islam tidak sesederhana yang digambarkan, apalagi bila dikaitkan dengan LINUX.


alan

arifahadi said...

@alan : Ya minimal dengan menggunakan sistem operasi legal seperti Linux kita dapat mengurangi penggunaan software bajakan. Dengan begitu kita telah mengimplementasikan syariat islam pada bidang IPTEK. Jadi syariat islam itu tidak hanya sebatas urusan Agama melulu tapi implementasinya juga ahrus termasuk dalam semua aspek kehidupan kita. Bukan kah membajak itu hukumnya haram :D

iriansyahputra said...

lo.. kenapa bisa begitu ya....

hehehhehe... memang linux kn anti pembajakan, dan anti hack and crak... jadi oke2 lah...

irian

Fitriyah said...

Saya sangat setuju dengan kalimat terakhir di artikel yang Anda peroleh tersebut. Memang benar bahwa jumlah pemakai Linux masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah komputer yang memakai Windows, tanya kenapa?
salah satu yang saya tahu bahwa microsoft masuk dengan mudah tanpa adanya ijab bayar software (alias free waktu itu yg saya tahu) dan waktu itu pula microsoft masih gratis digunakan oleh user yang baru mengenal komputer, nah dengan aksi tersebut maka seakan2 microsoft membolehkan user untuk, membajaklah kira2..namanya karena pada saat itu yang dominan menduduki sistem operasi yang paling sering digunakan dan user friendly adalah microsoft. jadi, sederhana sajakan, masyarakat yang dengan enaknya, tinggal copy paste/ burn cd dari os windows untuk komputer yang mereka pakai sehari2. itulah fakta yang kita sudah pasti mengenalnya.

arisyi ihsan said...

bingung sama title nya..hehe

hadinux said...

@mas arisyi : gak usah bingung2 mas itu cuma kutipan berita sari salah satu situs web berita di aceh :)
Yang penting isinya bukan judulnya hehehe

Ade Malsasa Akbar said...

Oh, masya Allah. Biarkan saya berbagi juga, Saudaraku.

Ada aplikasi bernama SalafiDB, gratis, ia aplikasi berisi:

1. Al-Qur’an dan terjemahan dalam bahasa Indonesia
2. Tafsir Ibnu Katsir (dalam bahasa Inggris)
3. Shahih Bukhari dalam bahasa Indonesia
4. Shahih Muslim dalam bahasa Indonesia
5. Bulughul Maram Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam bahasa Indonesia
6. Riyadhus Shalihin Imam Nawawi dalam bahasa Indonesia
7. Hadits Arba’in Imam Nawawi dalam bahasa Indonesia
8. Kumpulan fatwa ulama Arab Saudi Lajnah Da’imah (dari http://fatwa-ulama.com) berbahasa Indonesia
9. Kumpulan (mirror) dari situs http://almanhaj.or.id berbahasa Indonesia
10. Kumpulan e-book berisi penjelasan-penjelasan yang sangat penting untuk umat Islam termasuk menjelaskan pokok-pokok penyimpangan ajaran Islam (ini sangat penting) dalam bahasa Indonesia.

Anda dapat membaca uraian dan mengunduhnya di:
1. SalafiDB Versi Windows: http://bacasalaf.wordpress.com/2012/07/05/salafidb-40-versi-windows/

2. SalafiDB Versi Linux: http://bacasalaf.wordpress.com/2012/07/05/salafidb-sebuah-aplikasi-al-quran/

Ukurannya hanya sekitar 50 MB. Saya sangat merekomendasikan aplikasi ini untuk kaum muslimin se-Indonesia. Saya sendiri telah mengambil faidah yang besar sekali dari aplikasi ini. Semoga ini bermanfaat.

Hadinux Nubie said...

@Ade Malsasa Akbar : Terimakasi untuk informasinya yang sangat bermanfaat :D Nanti akan saya coba terlebih dahulu.

Post a Comment